Showing posts with label Pimpinan. Show all posts
Showing posts with label Pimpinan. Show all posts

Tuesday, September 10, 2013

Film Dokumenter Gurutta'

Posted by Unknown On 10:52 PM No comments
Bagi Sahabat-sahabat yang belum menyaksikan Film Dokumenter yang diputar ketika Tahlil Akbar.. Berikut kami berikan Videonya. Silahkan dinikmati dan Jangan Lupa di Share atau di Download...

Terima Kasih....!!!

Thursday, May 30, 2013

Suasana Makam AG. Drs. KH. Muh. Harisah AS

Posted by Ilham Mustaghrak On 8:22 PM 1 comment
Suara ANNAHDLAH UP - Allahu Yarham AG. Drs. KH. Muh. Harisah AS yang wafat pada Senin (20/05/2013) memang meninggalkan beragam kejutan dan juga kesedihan. Tak terkecuali untuk para santri, alumni, jama'ah, sahabat dan sanak keluarga Allahu Yarham Gurutta'. Jenazah Gurutta' dimakamkan di pekuburan Al-Waqiah, samata, Gowa, Sulawesi Selatan.

Sudah hampir dua pekan setelah kepergian gurutta' dan sudah tak terhitung lagi santri, laumni maupun jama'ah berziarah ke makam Gurutta'.

Berikut suasana pemakan gurutta' pada hari kami (30/05/2013) :

Pemakaman Al-Waqiah

Bagian Depan Pekuburan

Suasana Makam Gurutta'.

Nisan Makam Gurutta'

Keseluruhan Makam gurutta'


Sekitar Makan Gurutta'
Makam-makam di sekitar Makam Gurutta'

Mushollah depan makam Gurutta'

Makam-makam di sekitar makam Gurutta

Seorang Alumni Mengambil gambar makam gurutta'


Jalan Menuju Makam Gurutta'

Jalan Menuju Makam

Makam Gurutta' dari Luar Pagar

Jalan menuju makam

Jalan Menuju Makam

Pemandangan di sekitar pemakaman

pemandangan di sekitar pemakaman

pemandangan di sekitar pemakaman

Kondisi Jalan menuju pemakaman



Kondisi jalan menuju pemakaman


Sejumlah Alumni Berziarah ke Makam Gurutta'



Monday, May 27, 2013

Suara ANNAHDLAH UP - Ketua MUI Kabupaten Soppeng, AG. KH. Ma'ruf Amin membawakan ceramah takziah malam keenam atas meninggalnya Pimpinan Pesantren ANNAHDLAH UP Makassar, AG. KH. Muh. Harisah AS, Senin (27/05/2013) malam.Takziah berlangsung di kediaman pribadi almarhum Gurutta' seperti malam-malam sebelumnya, di Jl. Tinumbu Dalam. Ratusan warga kembali terlihat hadir memadati acara takziah malam tadi.

Sanak keluarga, kerabat, santri (wati), Alumni serta jama'ah masih turut hadir di acara takziah malam keenam tersebut. Gurutta' KH. Ma'ruf Amin membawakan ceramah dengan sangat tenang, khas seorang ulama. Ceramah beliau didominasi dengan bahasa Bugis, sebagaimana almarhum ketika membawakan pengajian di pesantren.

"Gurutta Harisah adalah sosok yang kharismatik, tawadhu dan istiqamah." Ujar KH. Ma'ruf Amin yang juga merupakan ketua MUI Kab. Soppeng itu.

Gurutta' Ma'ruf Amin bercerita banyak mengenai kehidupan gurutta' dan pengalaman beliau bersama almarhum. Menurutnya, gurutta' merupakan teladan yang sangat baik untuk kita ikuti, baik berupa cara berpakaian, berbicara, bergaul dan lain-lain. 

"Iyaro alena Gurutta' almarhum sitonget-tongenna, iyyako secara akkaleng, anaknya, isterinya sdah patut bersyukur kepada Allah SWT karena beliau berpulang ke rahmatullah betul-betul dalam keadaan husnul khatimah, karena tidak sedikit orang baik, tetapi berakhir dengan su ul khatimah" Ungkap beliau.

Keluarga sangat berterima kasih atas kehadiran para santri, alumni serta jama'ah. Keluarga juga masih menunggu kehadiran jama'ah pada acara takziah malam terakhir besok dan sekaligus dirangkaikan malam pertemuan "Tudang Sipulung" Alumni Pesantren ANNAHDLAH UP (28/05/2013).

"Info Agenda Takziah malam ini (Terakhir) : Khataman Qur'an dan Ceramah Oleh AG. Prof. Dr. H. Rafi' Yunus Maratan (Pimpinan PP. As'adiyah Sengkang) dirangkaikan malam pertemuan "Tudang Sipulung" Alumni ANNAHDLAH.. 28Mei2013.. Mohon dishare ke Alumni yang lain.. Wallahul Haadi Ilaa Shiratil Mustaqim." Ungkap putra Almarhum gurutta', Khairul Anam dalam akun Facebooknya.

Berikut rekaman ceramah AG. KH. Ma'ruf Amin. Silahkan Di Download.

Download Ceramah Takziah AG. KH. Ma'ruf Amin.

Saturday, May 25, 2013


"Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh" Dengan nada Pelan dan Tegas Khas Seorang Ulama, Prof. Dr. KH. Farid Wajdi, MA Memulai Pembicaraan Dengan Sangat Khidmat. Malam Ini Beliau Menyempatkan Diri Mengisi Ceramah Takziah Di kediaman Gurunda KH.Muh Harisah AS, Jum'at (24/05/2013) Malam.

Pada Acara Tersebut , Beliau Menyampaikan Banyak Hal , Salah Satunya, adalah "Kenyataan Bahwa Beberapa Tahun ini Kita Semua Telah Ditinggalkan Oleh Beberapa Ulama Besar , Khususnya Di Sulawesi Selatan" Tandas,Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso itu. Menyadari kenyataan itu Beliau melanjutkannya "Padahal Tidak mudah untuk Mencetak seorang Ulama"

Selain itu,salah Satu hal penting yang di sampaikan Di akhir-akhir Ceramanya. "Ulama adalah seorang Pelayan, Pelayan berartikan kapasitasnya sebagai seorang Pelayan Ummat"

lalu beliau menutup dengan perkataan  "Bangsa kita ini masih sangat membutuhkan Kehadiran seorang Ulama"
Demikian .Prof. Dr. KH. Farid Wajdi, MA Menutup Ceramahnya malam Itu.(24/5)

Friday, May 24, 2013


Beberapa bulan yang lalu sebelum dilarikan ke rumah sakit, Alumni angkatan 2010 menjenguk Gurutta' di kediaman beliau. Dari kunjungan itu, Gurutta' sempat memberikan petuah dengan sangat bijak.

Kabar gembiranya, petuah tersebut sempat direkam oleh salah seorang alumni.
Jikalau sahabat-sahabat rindu mendengar suara beliau... silahkan download filenya berikut...


Karena filenya tidak berformat Amr. maka rekaman tersebut langsung bisa sahabat-sahabat mainkan. 


Terima kasih...!!!

Thursday, May 23, 2013

Suara ANNAHDLAH UP - Calon Wali Kota Adil Patu Menyempatkan diri bertakziah pada malam kedua di kediaman Pimpinan Pondok Pesantren ANNAHDLAH UP (alm) AG. KH. Drs. Muh. Harisah AS, Di Jalan Tinumbu Dalam, Kamis (23/05/20 13) Malam.

Pak Adil, yang ketika itu lagi sibuk mengurusi persiapan untuk pemilihan Wali Kota langsung menuju rumah duka. Didampingi beberapa rombongannya, Adil Patu menyalami keluarga almarhum Gurutta' dan menyampaikan dukacitanya yang sangat mendalam.

"Masyarakat Makassar kehilangan seorang ulama yang berjasa besar bagi bangsa ini." Ujar Pak Adil.

Selain Pak Adil, ada beberapa nama yang sempat hadir ke kediaman pimpinan Pesantren ANNAHDLAH UP. Ada beberapa Dosen UIN ALAUDDIN Makassar serta sejumlah tokoh masyarakat.

Para hadirin sangat menikmati suguhan ceramah yang kali ini dibawakan oleh Prof. Dr. Mustamin Syarif, yang juga merupakan Dosen Almarhum Gurutta' Harisah di UIN Alauddin Makassar yang waktu itu masih bernama IAIN Alauddin.

"Almarhum Gurutta' Harisah merupakan tauladan yang sangat baik buat mahasiswa-mahasiswa sekarang." Ujar Prof. Mustamin Syarif dalam ceramahnya.

"Yang paling saya kagumi dari beliau adalah cara beliau menghormati semua dosen-dosennya, dan ini harus diikuti oleh seluruh mahasiswa-mahasiswa utamanya alumni ANNAHDLAH UP." Ujarnya melanjutkan.

Suasana Takziah malam kedua berlangsung dengan sangat khidmat. Insya Allah untuk malam ketiga, ceramah takziah akan dibawakan langsung oleh Pimpinan DDI-AD Mangkoso, AG. KH. Faried Wajedy, MA.

"Insya Allah yang akan membawakan cermah takziyah malam ini adalah Anre Gurutta KH. Faried Wajedy, MA (Pimpinan Pondok Pesantren DDI Abdrurrahman Ambo Dalle). diharapkan kehadiran sahabat-sahabat." Ungkap Putra bungsu Alm. Gurutta' Harisah, H. Badruzzaman Harisah LC, sebagaimana dikutip dari akun facebooknya.


Wednesday, May 22, 2013

Suara ANNAHDLAH UP - Pertanyaan tersebut seolah-olah mendunia di kalangan keluarga Almarhum Gurutta'. Kelurga sangat sulit menjelaskan jawaban dari pertanyaan tersebut, karena jawabannya tidak singkat.

"Kami sangat kewalahan dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut. karena jawabnnya tidak singkat, ceritanya panjang". Jelas Ustadz H. Afifuddin setelah ditemui dikediamannya.

Tepatnya malam pertama wafatnya gurutta, Dr. H. Afifuddin Harisah, LC. MA yang merupakan putra sulung dari Gurutta', mengungkapkan dengan sangat jelas, perihal-perihal yang terjadi pada Gurutta' mulai dari sakitnya sampai dipanggilnya ke Rahmatullah.

"Saya menjelaskan ini semua, karena munculnya beberapa pertanyaan, dari para santri, alumni, sahabat-sahabat, serta berbagai pihak mengenai keadaan Gurutta'.  Banyak yang menanyakan, "Kenapa dengan Gurutta'?", Kenapa tidak dibawa ke RS ini? , Kenapa tidak dikasi obat begini? kenapa tidak dipulangkan saja ke rumah? dan lain-lain". Ungkap putra sulung Gurutta' tersebut memulai.

"Kira-kira 6 bulan yang lalu, Gurutta' naik mobil ke Bone. Malamnya, beliau mengerang kesakitan di bagian punggung dan pinggulnya. Kemudian saya pijat, saya gosok sampai sakitnya mulai hilang dan tertidur. Saya curiga, mengapa setelah naik mobil Makassar-Bone, tiba langsung sakit. Kemudian, setelah mengikuti acara Muktamar As Sa'diyah Sengkang, beliau kembali mengerang sakit di bagian punggung."



"3 Bulan yang lalu, saya hanya mengira-ngira, beliau mengeluh sakit gigi. Ada beberapa malam beliau mengerang sakit gigi sampai-sampai tak bisa tidur.Kesehatan beliau mulai tidak begitu baik setelah dirawat di rumah Sakit Faisal karena sakit di kakinya. Semenjak itu, Gurutta' semakin lemah dan berat badannya turun. Sewaktu sakit gigi, beliau sudah meminum obat sakit gigi namun tetap juga sakit, sampai beliau dibelikan obat sakit gigi yang sangat mahal sehingga akhirnya beliau bisa tidur. Namun, besoknya kembali lagi sakitnya."

"Kemudian Kami bawa ke dokter. Lalu gigi beliau dicabut yang menurutnya giginya yang sakit. Tapi, setelah dicabut, sakit giginya tidak berhenti dan bengkaknya semakin besar. kami bawa Kembali ke Dokter Gigi dan dokter gigi bilang, ini bukan sakit gigi biasa, dan beliau disarankan ke RS angkatan Laut ke bagian ahli mulut. Disana, Dokter Ahli Mulut mengusulkan untuk membawa beliau ke rumah sakit Awal Bros untuk di potong rahangnya. Karena diduga ada itu adalah tumor. dan itu merupakan saspek (dugaan). Setelah mendengar pejelasan dokter itu, beliau Shock memikirkan tumor itu. Karena untuk menyembuhkan tumor itu, rahang beliau harus dipotong dan diganti dengan rahang plastik. Beliau tidak mau, Pakkotegana' mappangngaji, de'gaga rahangku? kata gurutta' dalam bahasa bugis. Jadi pertanyaan pertama beliau itu, bagaimana caranya mappangngaji."

"Semenjak itu, gurutta' mulai tidak semangat. Dulunya beliau selalu menikmati ketika nonton, membaca kitab dan lain-lain, sekrang tidak lagi. Beliau sangat Shock dengan yang dideritanya itu. Akhirnya, kebetulan beliau melihat iklan pengobatan Cina yang bisa mengobati tumor dengan waktu yang singkat dengan ramuan-ramuan herbal. Waktu itu, kami juga kontak dengan Ahmad Baso di Jakarta, untuk menyakan, tentang rumah sakit yang mampu mengobati tumor itu tanpa memotong rahang. Dan Ahmad Baso bilang ada. Namun gurutta' bilang, "Kalau saya ke Jakarta dan tetap seperti itu juga-harus dipotong rahangnya, mending tak usah", Dia cari apa cara pengobatan yang pas supaya rahangnya tidak dipotong karena memikirkan nasib santri-santrinya. Dan parahnya lagi, beliau diperlihatkan oleh dokter gambar-gambar hasil potongan rahang itu."

"Akhirnya beliau menuju pengobatan cina itu yang berada si sekitar Pettarani. Sehingga beliau selalu bolak-balik ke pengobatan cina itu. Dan setelah ke situ, Rasa sakitnya itu hilang karena selalu mengkonsumsi ramuan Cina itu. Tapi, setelah dokter memfonis kalau itu adalah tumor, beliau selalu memikirkan itu dan berpengaruh dengan berat badannya. Beliau tak ingin makan, karena banyak fikiran. Saya heran dengan ramuan Cina itu, memang membuat sakitnya hilang tetapi bengkaknya tetap ada sehingga gurutta' tidak bisa makan dan kadang muntah."



"1 bulan kemudian yang tersisa, tinggal tulang dan kulit beliau. dia belum menemukan apa yang beliau ingin makan. bahkan setelah kita ajak ke warung favoritnya, beliau tetap tak bisa makan. Akhirnya saya bilang, Bagaimana kalau kita ke rumah sakit saja, diinfus karena sudah sangat loyo. Beliau hanya berbaring terus."

"Pekan depannya, beliau sudah sangat lemah, seluruhnya tak bisa digerakkan. dan dibujuk lagi kerumah sakit  dan beliau tidak mau. Beliau juga memperlihatkan celananya yang sangat longgar. Maka saya, meminta Dokter Hariyadi, putranya Ustad Batri Selkam untuk membantu menjelaskan bahwa kondisi beliau sangat kritis. Dokter Hariyadi pun menjelaskan agar beliau harus diinfus karena kekurangan nutrisi."

"Gurutta' bilang, saya trauma ke Rumah Sakit, baik itu wahidin dan Faisal. Tapi diusulkan oleh Dokter Hariyadi untuk dibawa ke rumah sakit Awal Bros, dan beliau mau. Di sana, beliau dirawat dengan sangat intensif, dilakukan berbagai cara untuk menyelamatkan beliau. Dan akhirnya mulai baik. Sehingga dokter memeriksa kembali tumor itu. Lalu dokter memberi obat. Sehingga ramuan Cina tersebut dihentikan. Semua yang dikeluhkan dikasi obat. dan beliau tidak mau obat yang disuntikkan. Beliau minum obat terus menerus."

"Ternyata, hasil penelitian dokter di RS. Awal Bros, sangat berbeda dari hasil yang ada di Rumah Sakit Angkatan Laut. Ternyata itu bukan tumor, tetapi hanya pembengkakan. Sehingga ini yang sepele ini membuatnya Shock, padahal cuma pembengkakan."

"Di awal bros, beliau mengalami sakit punggung lagi. Dokter kemudian memberikan saspek (dugaan) lagi bahwa beliau mengalami kanker di bagian tulang punggun dan lever. Dikasi lagi obat. Ketika itu, beliau tidak lagi bisa duduk lama, padahal saya berharap, beliau bisa hadir di promosi doktor saya. dan promosi saya itu 3 jam orang duduk. Sehingga beliau disarankan untuk meminum obat penghilang rasa nyeri dengan harga yang sangat mahal dengan reaksi sebulan. Beliaupun sudah bisa disuruh pulang dengan syarat jangan sampai terlalu banyak pulang. Lalu kami bawa pulang beliau pada hari siang jam 1. Dan malamnya beliau mengerang kesakitan lagi dibagian punggung, sehingga jam 3 shubuh kami melarikan beliau lagi ke RS Awal Bros."

"Sesampainya di sana beliau di rawat lagi. Beliau disuntikkan obat antinyeri yang paling keras, sekeras morvin. setelah obat itu masuk, malamnya, beliau tak sadarkan diri. Denyut nadi berhenti berdetak dan mata naik ke atas. sepertinya dokter mengalami banyak masalah. Dokter menyebutkan ada berbagai masalah yang terdapat di lever, prostat , empedu, ginjal lalu naik ke otak. menurut analisis saya, ini merupakan pengaruh dari obat-obat yang pernah dikonsumsi beliau. sehingga beliau mengidap racun ginjal. Ginjalnya tidak berfungsi, tetapi penyakit ini tidak diketahui sebelumnya. Maka dokter tumor bilang, kasi dulu dokter bagian ginjal. Sehingga persoalan punggungnya dilupakan dulu. Itu yang membuat tidak sadarkan diri selama 3 hari."

"Di Awal Bros, Dokter bilang Ini harus cuci darah. Ginjal ini harus diistrahatkan dan dilakukan cuci darah sehingga itulah yang mengeluarkan racun itu. Ini yang terjadi sehingga dokter mengusulkan cuci darah."

"Ini merupakan pilihan sulit. Cuci darah sangat beresiko. tapi kalau dibiarkan bisa bahaya. Dokter juga bingung kenapa beliau tidak sadarkan diri padahal sarafnya normal. Semua Dokter memberikan pendapat sama bahwa bermasalah pada ginjalnya. Sehingga semua dokter menyarankan cuci darah. Kami cuma diberikan pilihan mau atau tidak. Jikalau ditinggalkan, sama saja membunuh beliau dengan pelan-pelan."


"Akhirnya kami setuju untuk cuci darah pada hari sabtu. Waktu itu sudah kedua kalinya beliau tidak sadar. Tak ada dokter satupun yang tidak menyarankan untuk cuci darah. Sehingga secara terpaksa kami pun setuju untuk cuci darah. Dan hari itu merupakan hari dimana saya promosi doktor. sebuah ujian yang sangat berat. Mental saya diuji."

"Sementara promosi, saya dapat kabar bahwa cuci darahnya berhasil. Beliau sudah bisa bicara, sudah bisa komunikasi. Saya rasa beliau sudah pulih 60%. Angka-angka menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dari beliau. Tapi racunnya masih ada, sehingga dokter masih mengusulkan sekali lagi cuci darah dan beliau sudah bisa pulang."

Maka dengan harapan yang seperti cuci darah pertama, kami sangat sepakat, walaupun banyak yang bilang kenapa cuci darah lagi? tapi kami tak punya pilihan. kami hanya ingin beliau pulih dan kembali ke tengah-tengah kita lagi. Cuci darah yang kedua itu dijadwalkan pada hari senin."

"Pada hari senin itu, dilakukanlah cuci darah. Disaat cuci darah itu beliau langsung Drop, denyut jantungnya berhenti. Sebelum cuci darah hari senin, waktu hari ahadnya beliau sehat. Senin pagi, saya telpon   Ibu Jiha, dan dia bilang normal, siap untuk cuci darah. Namun, ketika cuci darah, beliau tiba-tiba drop dan tak terselamatkan lagi. Saya tidak tau apakah saya salah memutuskan atau bagaiamana. Namun, saya kembali kepada ayat Kullu Nafsin Dzaiqatul Maut."

Begitulah sebenarnya yang terjadi pada Gurutta' lewat cerita dari Dr. H. Afifuddin Harisah Lc, MA dengan sangat rinci. beliau hanya menyampaikan pesan kepada santri dan alumni agar menyelipkan nama beliau di setiap do'a.

Selamat tinggal Gurutta', guru kami tercinta.....!!
AL Fatihah....!!!



Friday, October 12, 2012

Nama          : Drs. KH. Muhammad Harisah AS
TTL            : Kampung Watatta, Bone 1947
Pendidikan  : Madrasah Ibtidaiyah As'adiyah Cakkware' Bone 1954 - 1961
                   : Madrasah Ibtidaiyah As'adiyah Sengkang Wajo, 1962
                   : Madrasah Tsanawiyah Ibtidaiyah As'adiyah Sengkang Wajo, 1962 - 1964
                   : Madrasah Aliyah Ibtidaiyah As'adiyah Sengkang  1964 - 1967
                   : S1 IAIN Alauddin Ujung Pandang / Makassar 1979
Pekerjaan    : Kepala Madrasah Ibtidaiyah As'adiyah Pompanua 1965 - 1967
                   : Guru Agama SD No.8 Sengkang 1966 - 1967
                   : Guru Agama SMEP Negeri Sengkang 1967 - 1968
                   : Guru MDIA Layang 1968 - 1973
                   : Guru Madrasah Aliyah TPI ( Taman Pendidikan Islam ) 1973 - 1978
                   : Guru Madrasah Aliyah DDI Kalukuang 1978 - 1981
                   : Guru Madrasah Aliyah DDI Galesong Baru 1981 - 1987
                   : Guru Madrasah Bahasa Arab di Pesantren IMMIM 1978 - 1981
                   : Kepala Madrasah Aliyah Pondok Pesantren AnNahdlah Layang 1987 - 2007
                   : Dosen Bahasa Arab IAIN Alauddin Ujung Pandang
                   : Dosen Falsafah Agama UMI Ujung Pandang 1989 - 1993
                   : Dosen Bahasa Arab Universitas DDI Bonto-Bonto Pangkep 1975 - 1979
                   : Dekan Fakultas Dakwah Universitas Al-Gazali (kini UIM) 1978 - 1985
                   : Pimpinan Umum Pesantren AnNahdlah 1986 - Sekarang
                   : Pengajar Pengajian Kitab Kuning Pesantren AnNahdlah 1986 - Sekarang

Pengalaman Oraganisasi 

  1. Anggota PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) 1968 - 1979
  2. Katib Syuriah NU 1982 - 1985 dan 1991 -1996
  3. Rois Syuriah NU 1985 - 1991 dan 1996 - 2000
  4. Ketua Tariqat Al-Mu'tabarah NU SUL-SEL 1990 - 2000
  5. Pengurus NU Wilayah SUL-SEL 1995 - Sekarang
  6. Ketua 1 Pengurus MUI Kotamadya Ujung Pandang
  7. Anggota Majelis Fatwa MUI Sulawesi Selatan