Showing posts with label Nasehat. Show all posts
Showing posts with label Nasehat. Show all posts

Sunday, September 1, 2013

Adab Penuntut Ilmu

Posted by Unknown On 5:39 PM No comments
- Imam al ghazali menasehati setiap penuntut ilmu: "barang siapa yang menuntut ilmu dengan tujuan manfaat duniawi, untuk berkompetisi (tanaafus), mencari simpati atau perhatian orang dan untuk kebanggaan diri maka sesungguhnya orang tersebut telah mencampakkan dirinya dalam jurang kehancuran. Jika ada guru yang memberinya ilmu dengan tujuan duniawi tersebut maka guru tersebut telah membantunya dalam kerusakan, seperti seorang yang menjual pedang (senjata) kepada perampok, padahal ia tahu akan digunakan untuk kejahatan.

- Ilmu tidak berarti berlawanan vis to vis dengan materi duniawi. Dengan ilmu, dunia akan ikut. Tetapi mengejar dunia semata, yakin tidak akan memperoleh ilmu. Sama halnya akhirat tidak dapat dijual dengan dunia. Menanam padi biasanya rumput akan ikut tumbuh, tidak sebaliknya.

- Keberkahan ilmu sangat ditentukan oleh penghargaan dan penghormatan (ta'dzim) murid kepada guru dan sumber ilmunya. Penghormatan lebih utama dari ketaatan. Seseorang tidak terjerumus dalam kekafiran karena ketidaktaatan, tapi seseorang menjadi kafir karena tidak menghormati. Adam as.tidak taat pada perintah untuk menghindari buah khuldi namun adam tidak kafir. Iblis tidak menghormati,bahkan arogan, pada perintah Tuhan, menjadi kafir dan dihukum kekal di neraka.

Sunday, August 4, 2013

Adab Seorang Pengajar

Posted by Unknown On 6:15 PM No comments
- Guru itu sama dengan dokter. Kalau dokter mengobati penyakit jasmani,maka guru mengobati dan menyehatkan jiwa setiap muridnya. Apa akibatnya jika seorang dokter tidak melayani dan menelantarkan pasien-pasiennya? Sama saja jika ada guru yang selalu menelantarkan siswa-siswanya, tidak masuk mengajar tanpa alasan yang jelas. (AG. Dr. KH. Afifuddin Harisah, Lc, MA, Pimpinan Pesantren ANNAHDLAH)

Wednesday, May 29, 2013

Hasil "Tudang Sipulung" Antar Alumni ANNAHDLAH UP

Posted by Ilham Mustaghrak On 4:51 AM No comments
Suara ANNAHDLAH UP - Bertempat di Kediaman allahu yarham AG. KH. Muh. Harisah AS, tanggal 28 Mei 2013 diadakan Tudang Sipulung antar alumni pesantren ANNAHDLAH UP. Kegiatan ini diadakan setelah ceramah takziah oleh AG. Prof. Dr. KH. Rafi Yunus Maratan. Kegiatan ini dipimpin oleh Pimpinan Pesantren ANNAHDLAH UP, Dr. H. Afifuddin LC, MA, serta didampingi oleh Ustadz Dr. H. Yusri Arsyad, LC, MA, Ustadz Syamsul Alam Usman, Ketua IAPAN (Ikatan Alumni Pesantren ANNAHDLAH), Dr. Firdaus HP, MA, Mantan Ketua IAPAN, H. Saenong Tebba Lc, mantan Sekretaris IAPAN, Firdaus Umar serta seluruh alumni mulai dari angkatan terdahulu hingga alumni tahun 2012.

Dalam arahannya, pimpinan pesantren ANNAHDLAH UP mengatakan bahwa ada tiga hal yang dihadapi ketika meninggalnya Rasulullah, yang pertama adalah orang-orang murtad, kedua orang yang mengaku nabi palsu serta adanya pemberontak terhadap khalifah. Semoga sepeninggal beliau (Gurutta'), tidak ada orang-orang murtad di ANNAHDLAH, tidak ada nabi palsu di ANNAHDLAH serta tak ada orang-orang yang memberontak di ANNAHDLAH.

Pada kesempatan itu, Dr. H. Afifudin juga mengutarakan sebuah keinginan untuk mengembangkan pesantren ANNAHDLAH UP bersama-bersama.

"Pesantren-pesantren di Jawa itu, mereka besar karena alumninya." Ungkap pimpinan pesantren ANNAHDLAH UP tersebut.


Pesantren ANNAHDLAH UP sudah berkembang sejak dahulu, sejak keinginan almarhum gurutta' membentuk majlis taklim Ashabul Kahfi. Menurut Dr. H. Afifuddin, Pengurusan pesantren itu bukan merupakan sebuah warisan tetapi sebuah amanah, sehingg pasti bedalah ketika kepengurusan tersebut ketika sebagai warisan atau sebagai amanah.

Dia pun menawarkan sebuah solusi menarik buat para jama'ah walaupun menurutnya masih sebuah rencana. Yaitu, akan dibuatnya rekening untuk mengumpulkan semua sumbangan alumni, sehingga lebih mensterilkan unsur-unsur riya sehingga dapat melatih kita untuk ikhlas.

Sedangkan menurut Ustadz Syamsul Alam Usman, "Pesantren itu merupakan sebuah kerajaan kecil yang harus dilanjutkan oleh anak-anaknya, dan alhamdulillah Gurutta "allah yarham" meninggalkan anak yang sangat pantas meneruskan pesantren"

Sambutan juga datang dari mantan sekretaris IAPAN, Firdaus Umar, Menurutnya, Bagaimanapun caranya, kita sama-sama memikirkan apa yang bisa kita berikan kepada pesantren Ini." Ungkap mantan Sekretaris Osis di angkatannya tersebut.

Selanjutnya ditambahkan oleh Dr. Yusri Arsyad, "Saya ingat perkataan ibnu taimiyyah, laa Budda liddiini min kittabin haadin wa hadiidin 'aashirin. Agama itu harus ada kitabnya dan besinya. kalau kita mau kaitkan dengan pesantre ini maka kita harus kencangkan anggotanya, kekompakannya serta semua hal-hal yang menunjang pesantren tersebut." Kata Ustadz yang selama ini membawakan pengajian kitab Bulughul Maram tersebut.

Acara "Tudang Sipulung" malam itu ditutup oleh ketua IAPAN, Dr. Firdaus HP, MA dengan melontarkan sebuah kegiatan pada bulan agustus mendatang, yaitu peringatan 100 hari AG. Drs. KH. Muh. Harisah AS dirangkaikan dengan reuni akbar alumni pesantren ANNAHDLAH UP, serta peluncuran Buku Biografi AG. Drs. KH. Muh. Harisah AS.

Berikut Susuna Panitia peringatan 100 hari Gurutta', Reuni Akbar & Peluncuran Buku Biografi Gurutta'...

Ketua Panitia    : H. Badruzzaman Harisah LC

Sekretaris          : Asrijal
Bendahara         : Mukarramah
Seksi Publikasi : Muhammad Ilham
Pemutaran Film : Bisma dkk.

Monday, May 27, 2013

Suara ANNAHDLAH UP - Ketua MUI Kabupaten Soppeng, AG. KH. Ma'ruf Amin membawakan ceramah takziah malam keenam atas meninggalnya Pimpinan Pesantren ANNAHDLAH UP Makassar, AG. KH. Muh. Harisah AS, Senin (27/05/2013) malam.Takziah berlangsung di kediaman pribadi almarhum Gurutta' seperti malam-malam sebelumnya, di Jl. Tinumbu Dalam. Ratusan warga kembali terlihat hadir memadati acara takziah malam tadi.

Sanak keluarga, kerabat, santri (wati), Alumni serta jama'ah masih turut hadir di acara takziah malam keenam tersebut. Gurutta' KH. Ma'ruf Amin membawakan ceramah dengan sangat tenang, khas seorang ulama. Ceramah beliau didominasi dengan bahasa Bugis, sebagaimana almarhum ketika membawakan pengajian di pesantren.

"Gurutta Harisah adalah sosok yang kharismatik, tawadhu dan istiqamah." Ujar KH. Ma'ruf Amin yang juga merupakan ketua MUI Kab. Soppeng itu.

Gurutta' Ma'ruf Amin bercerita banyak mengenai kehidupan gurutta' dan pengalaman beliau bersama almarhum. Menurutnya, gurutta' merupakan teladan yang sangat baik untuk kita ikuti, baik berupa cara berpakaian, berbicara, bergaul dan lain-lain. 

"Iyaro alena Gurutta' almarhum sitonget-tongenna, iyyako secara akkaleng, anaknya, isterinya sdah patut bersyukur kepada Allah SWT karena beliau berpulang ke rahmatullah betul-betul dalam keadaan husnul khatimah, karena tidak sedikit orang baik, tetapi berakhir dengan su ul khatimah" Ungkap beliau.

Keluarga sangat berterima kasih atas kehadiran para santri, alumni serta jama'ah. Keluarga juga masih menunggu kehadiran jama'ah pada acara takziah malam terakhir besok dan sekaligus dirangkaikan malam pertemuan "Tudang Sipulung" Alumni Pesantren ANNAHDLAH UP (28/05/2013).

"Info Agenda Takziah malam ini (Terakhir) : Khataman Qur'an dan Ceramah Oleh AG. Prof. Dr. H. Rafi' Yunus Maratan (Pimpinan PP. As'adiyah Sengkang) dirangkaikan malam pertemuan "Tudang Sipulung" Alumni ANNAHDLAH.. 28Mei2013.. Mohon dishare ke Alumni yang lain.. Wallahul Haadi Ilaa Shiratil Mustaqim." Ungkap putra Almarhum gurutta', Khairul Anam dalam akun Facebooknya.

Berikut rekaman ceramah AG. KH. Ma'ruf Amin. Silahkan Di Download.

Download Ceramah Takziah AG. KH. Ma'ruf Amin.

Saturday, May 25, 2013


"Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh" Dengan nada Pelan dan Tegas Khas Seorang Ulama, Prof. Dr. KH. Farid Wajdi, MA Memulai Pembicaraan Dengan Sangat Khidmat. Malam Ini Beliau Menyempatkan Diri Mengisi Ceramah Takziah Di kediaman Gurunda KH.Muh Harisah AS, Jum'at (24/05/2013) Malam.

Pada Acara Tersebut , Beliau Menyampaikan Banyak Hal , Salah Satunya, adalah "Kenyataan Bahwa Beberapa Tahun ini Kita Semua Telah Ditinggalkan Oleh Beberapa Ulama Besar , Khususnya Di Sulawesi Selatan" Tandas,Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso itu. Menyadari kenyataan itu Beliau melanjutkannya "Padahal Tidak mudah untuk Mencetak seorang Ulama"

Selain itu,salah Satu hal penting yang di sampaikan Di akhir-akhir Ceramanya. "Ulama adalah seorang Pelayan, Pelayan berartikan kapasitasnya sebagai seorang Pelayan Ummat"

lalu beliau menutup dengan perkataan  "Bangsa kita ini masih sangat membutuhkan Kehadiran seorang Ulama"
Demikian .Prof. Dr. KH. Farid Wajdi, MA Menutup Ceramahnya malam Itu.(24/5)

Friday, May 24, 2013


Beberapa bulan yang lalu sebelum dilarikan ke rumah sakit, Alumni angkatan 2010 menjenguk Gurutta' di kediaman beliau. Dari kunjungan itu, Gurutta' sempat memberikan petuah dengan sangat bijak.

Kabar gembiranya, petuah tersebut sempat direkam oleh salah seorang alumni.
Jikalau sahabat-sahabat rindu mendengar suara beliau... silahkan download filenya berikut...


Karena filenya tidak berformat Amr. maka rekaman tersebut langsung bisa sahabat-sahabat mainkan. 


Terima kasih...!!!

Wednesday, May 22, 2013

Suara ANNAHDLAH UP - Pertanyaan tersebut seolah-olah mendunia di kalangan keluarga Almarhum Gurutta'. Kelurga sangat sulit menjelaskan jawaban dari pertanyaan tersebut, karena jawabannya tidak singkat.

"Kami sangat kewalahan dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut. karena jawabnnya tidak singkat, ceritanya panjang". Jelas Ustadz H. Afifuddin setelah ditemui dikediamannya.

Tepatnya malam pertama wafatnya gurutta, Dr. H. Afifuddin Harisah, LC. MA yang merupakan putra sulung dari Gurutta', mengungkapkan dengan sangat jelas, perihal-perihal yang terjadi pada Gurutta' mulai dari sakitnya sampai dipanggilnya ke Rahmatullah.

"Saya menjelaskan ini semua, karena munculnya beberapa pertanyaan, dari para santri, alumni, sahabat-sahabat, serta berbagai pihak mengenai keadaan Gurutta'.  Banyak yang menanyakan, "Kenapa dengan Gurutta'?", Kenapa tidak dibawa ke RS ini? , Kenapa tidak dikasi obat begini? kenapa tidak dipulangkan saja ke rumah? dan lain-lain". Ungkap putra sulung Gurutta' tersebut memulai.

"Kira-kira 6 bulan yang lalu, Gurutta' naik mobil ke Bone. Malamnya, beliau mengerang kesakitan di bagian punggung dan pinggulnya. Kemudian saya pijat, saya gosok sampai sakitnya mulai hilang dan tertidur. Saya curiga, mengapa setelah naik mobil Makassar-Bone, tiba langsung sakit. Kemudian, setelah mengikuti acara Muktamar As Sa'diyah Sengkang, beliau kembali mengerang sakit di bagian punggung."



"3 Bulan yang lalu, saya hanya mengira-ngira, beliau mengeluh sakit gigi. Ada beberapa malam beliau mengerang sakit gigi sampai-sampai tak bisa tidur.Kesehatan beliau mulai tidak begitu baik setelah dirawat di rumah Sakit Faisal karena sakit di kakinya. Semenjak itu, Gurutta' semakin lemah dan berat badannya turun. Sewaktu sakit gigi, beliau sudah meminum obat sakit gigi namun tetap juga sakit, sampai beliau dibelikan obat sakit gigi yang sangat mahal sehingga akhirnya beliau bisa tidur. Namun, besoknya kembali lagi sakitnya."

"Kemudian Kami bawa ke dokter. Lalu gigi beliau dicabut yang menurutnya giginya yang sakit. Tapi, setelah dicabut, sakit giginya tidak berhenti dan bengkaknya semakin besar. kami bawa Kembali ke Dokter Gigi dan dokter gigi bilang, ini bukan sakit gigi biasa, dan beliau disarankan ke RS angkatan Laut ke bagian ahli mulut. Disana, Dokter Ahli Mulut mengusulkan untuk membawa beliau ke rumah sakit Awal Bros untuk di potong rahangnya. Karena diduga ada itu adalah tumor. dan itu merupakan saspek (dugaan). Setelah mendengar pejelasan dokter itu, beliau Shock memikirkan tumor itu. Karena untuk menyembuhkan tumor itu, rahang beliau harus dipotong dan diganti dengan rahang plastik. Beliau tidak mau, Pakkotegana' mappangngaji, de'gaga rahangku? kata gurutta' dalam bahasa bugis. Jadi pertanyaan pertama beliau itu, bagaimana caranya mappangngaji."

"Semenjak itu, gurutta' mulai tidak semangat. Dulunya beliau selalu menikmati ketika nonton, membaca kitab dan lain-lain, sekrang tidak lagi. Beliau sangat Shock dengan yang dideritanya itu. Akhirnya, kebetulan beliau melihat iklan pengobatan Cina yang bisa mengobati tumor dengan waktu yang singkat dengan ramuan-ramuan herbal. Waktu itu, kami juga kontak dengan Ahmad Baso di Jakarta, untuk menyakan, tentang rumah sakit yang mampu mengobati tumor itu tanpa memotong rahang. Dan Ahmad Baso bilang ada. Namun gurutta' bilang, "Kalau saya ke Jakarta dan tetap seperti itu juga-harus dipotong rahangnya, mending tak usah", Dia cari apa cara pengobatan yang pas supaya rahangnya tidak dipotong karena memikirkan nasib santri-santrinya. Dan parahnya lagi, beliau diperlihatkan oleh dokter gambar-gambar hasil potongan rahang itu."

"Akhirnya beliau menuju pengobatan cina itu yang berada si sekitar Pettarani. Sehingga beliau selalu bolak-balik ke pengobatan cina itu. Dan setelah ke situ, Rasa sakitnya itu hilang karena selalu mengkonsumsi ramuan Cina itu. Tapi, setelah dokter memfonis kalau itu adalah tumor, beliau selalu memikirkan itu dan berpengaruh dengan berat badannya. Beliau tak ingin makan, karena banyak fikiran. Saya heran dengan ramuan Cina itu, memang membuat sakitnya hilang tetapi bengkaknya tetap ada sehingga gurutta' tidak bisa makan dan kadang muntah."



"1 bulan kemudian yang tersisa, tinggal tulang dan kulit beliau. dia belum menemukan apa yang beliau ingin makan. bahkan setelah kita ajak ke warung favoritnya, beliau tetap tak bisa makan. Akhirnya saya bilang, Bagaimana kalau kita ke rumah sakit saja, diinfus karena sudah sangat loyo. Beliau hanya berbaring terus."

"Pekan depannya, beliau sudah sangat lemah, seluruhnya tak bisa digerakkan. dan dibujuk lagi kerumah sakit  dan beliau tidak mau. Beliau juga memperlihatkan celananya yang sangat longgar. Maka saya, meminta Dokter Hariyadi, putranya Ustad Batri Selkam untuk membantu menjelaskan bahwa kondisi beliau sangat kritis. Dokter Hariyadi pun menjelaskan agar beliau harus diinfus karena kekurangan nutrisi."

"Gurutta' bilang, saya trauma ke Rumah Sakit, baik itu wahidin dan Faisal. Tapi diusulkan oleh Dokter Hariyadi untuk dibawa ke rumah sakit Awal Bros, dan beliau mau. Di sana, beliau dirawat dengan sangat intensif, dilakukan berbagai cara untuk menyelamatkan beliau. Dan akhirnya mulai baik. Sehingga dokter memeriksa kembali tumor itu. Lalu dokter memberi obat. Sehingga ramuan Cina tersebut dihentikan. Semua yang dikeluhkan dikasi obat. dan beliau tidak mau obat yang disuntikkan. Beliau minum obat terus menerus."

"Ternyata, hasil penelitian dokter di RS. Awal Bros, sangat berbeda dari hasil yang ada di Rumah Sakit Angkatan Laut. Ternyata itu bukan tumor, tetapi hanya pembengkakan. Sehingga ini yang sepele ini membuatnya Shock, padahal cuma pembengkakan."

"Di awal bros, beliau mengalami sakit punggung lagi. Dokter kemudian memberikan saspek (dugaan) lagi bahwa beliau mengalami kanker di bagian tulang punggun dan lever. Dikasi lagi obat. Ketika itu, beliau tidak lagi bisa duduk lama, padahal saya berharap, beliau bisa hadir di promosi doktor saya. dan promosi saya itu 3 jam orang duduk. Sehingga beliau disarankan untuk meminum obat penghilang rasa nyeri dengan harga yang sangat mahal dengan reaksi sebulan. Beliaupun sudah bisa disuruh pulang dengan syarat jangan sampai terlalu banyak pulang. Lalu kami bawa pulang beliau pada hari siang jam 1. Dan malamnya beliau mengerang kesakitan lagi dibagian punggung, sehingga jam 3 shubuh kami melarikan beliau lagi ke RS Awal Bros."

"Sesampainya di sana beliau di rawat lagi. Beliau disuntikkan obat antinyeri yang paling keras, sekeras morvin. setelah obat itu masuk, malamnya, beliau tak sadarkan diri. Denyut nadi berhenti berdetak dan mata naik ke atas. sepertinya dokter mengalami banyak masalah. Dokter menyebutkan ada berbagai masalah yang terdapat di lever, prostat , empedu, ginjal lalu naik ke otak. menurut analisis saya, ini merupakan pengaruh dari obat-obat yang pernah dikonsumsi beliau. sehingga beliau mengidap racun ginjal. Ginjalnya tidak berfungsi, tetapi penyakit ini tidak diketahui sebelumnya. Maka dokter tumor bilang, kasi dulu dokter bagian ginjal. Sehingga persoalan punggungnya dilupakan dulu. Itu yang membuat tidak sadarkan diri selama 3 hari."

"Di Awal Bros, Dokter bilang Ini harus cuci darah. Ginjal ini harus diistrahatkan dan dilakukan cuci darah sehingga itulah yang mengeluarkan racun itu. Ini yang terjadi sehingga dokter mengusulkan cuci darah."

"Ini merupakan pilihan sulit. Cuci darah sangat beresiko. tapi kalau dibiarkan bisa bahaya. Dokter juga bingung kenapa beliau tidak sadarkan diri padahal sarafnya normal. Semua Dokter memberikan pendapat sama bahwa bermasalah pada ginjalnya. Sehingga semua dokter menyarankan cuci darah. Kami cuma diberikan pilihan mau atau tidak. Jikalau ditinggalkan, sama saja membunuh beliau dengan pelan-pelan."


"Akhirnya kami setuju untuk cuci darah pada hari sabtu. Waktu itu sudah kedua kalinya beliau tidak sadar. Tak ada dokter satupun yang tidak menyarankan untuk cuci darah. Sehingga secara terpaksa kami pun setuju untuk cuci darah. Dan hari itu merupakan hari dimana saya promosi doktor. sebuah ujian yang sangat berat. Mental saya diuji."

"Sementara promosi, saya dapat kabar bahwa cuci darahnya berhasil. Beliau sudah bisa bicara, sudah bisa komunikasi. Saya rasa beliau sudah pulih 60%. Angka-angka menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dari beliau. Tapi racunnya masih ada, sehingga dokter masih mengusulkan sekali lagi cuci darah dan beliau sudah bisa pulang."

Maka dengan harapan yang seperti cuci darah pertama, kami sangat sepakat, walaupun banyak yang bilang kenapa cuci darah lagi? tapi kami tak punya pilihan. kami hanya ingin beliau pulih dan kembali ke tengah-tengah kita lagi. Cuci darah yang kedua itu dijadwalkan pada hari senin."

"Pada hari senin itu, dilakukanlah cuci darah. Disaat cuci darah itu beliau langsung Drop, denyut jantungnya berhenti. Sebelum cuci darah hari senin, waktu hari ahadnya beliau sehat. Senin pagi, saya telpon   Ibu Jiha, dan dia bilang normal, siap untuk cuci darah. Namun, ketika cuci darah, beliau tiba-tiba drop dan tak terselamatkan lagi. Saya tidak tau apakah saya salah memutuskan atau bagaiamana. Namun, saya kembali kepada ayat Kullu Nafsin Dzaiqatul Maut."

Begitulah sebenarnya yang terjadi pada Gurutta' lewat cerita dari Dr. H. Afifuddin Harisah Lc, MA dengan sangat rinci. beliau hanya menyampaikan pesan kepada santri dan alumni agar menyelipkan nama beliau di setiap do'a.

Selamat tinggal Gurutta', guru kami tercinta.....!!
AL Fatihah....!!!



Suara ANNAHDLAH UP - Malam Pertama Meninggalnya Gurutta' dihiasi dengan lantunan tadarrus Al Qur'an oleh para santri dan alumni. Pada kesempatan itu, Dr. Afifuddin Harisah LC, MA selaku anak sulung beliau, mengisi malam itu dengan berbicara di depan santri dan alumni dengan maksud menjelaskan tentang tradisi yang dianut oleh pesantren ANNAHDLAH UP.

Beliau menjelaskan bahwa tradisi di pesantren ANNAHDLAH UP yang berbasis aswajah ini tetap memberikan makan di rumah orang yang kematian. "Bukan orang mati yang yang dikasi makan, bukan pula kita makan di rumahnya orang mati, karena rumahnya orang mati di kuburan". Terang Ustadz Afifuddin dengan diselingi canda.

"Kita berkumpul di rumah orang yang sedang berduka untuk meringankan dukanya dengan membaca ayat-ayat al Qur'an dan menamatkan al Qur'an. Kalaupun ada disediakan ala kadarnya, itu tak ada hubungannya dengan orang yang mati." Lanjut beliau menjelaskan.

"Selain itu, tradisi kita juga adalah selalu meniatkan pahalanya apa yang kita makan kepada Almarhum. Kami selaku keluarga menyediakan ala kadarnya kepada hadirin dan pahalanya (memberi makan) itu kita niatkan kepada almarhum, jadi kalau tidak dimakan, pahalanya berkurang. tapi kalau dimakan, kalian kenyang, kalian dapat pahala, gurumu juga dapat pahala. Jadi jangan malu-malu untuk memakannya. Kami tidak merasa terbebani dengan makanan itu karena sponsornya juga kuat. Maulana.....!!! Itu kecil bagi Ust. Maulana ". ungkap beliau dengan diselingi tawa yang renyah.


Friday, January 4, 2013

Pesantren ANNAHDLAH UP - "Al-muslimu man salima al-muslimuuna min lisaanihi wa yadihi"... Itulah hadits pertama yang disampaikan AG. KH. M. Sanusi Baco LC ketika Khutbah jum'at di mesjid Al-Markaz Al-Islami Jend. Muh. Yusuf Makassar. Beliau menambahkan, "Orang muslim yang sebenarnya adalah orang muslim yang ketika dia datang atau berada di tengah orang-orang, semua orang merasa aman, baik dari perkataannya maupun dari perbuatannya. Begitulah beliau membuka khutbah jum'at di siang itu.


Gurutta' melanjutkan, "Hari-hari yang dilalui dan dihadapi di tahun 2012 ini sebanyak 360 hari. Hari-hari itu adalah suatu perjalanan besar yang telah membawa kita menjauh dari kehidupan dunia dan dekat dengan kehidupan akhirat. seorang sastrawan berkata"Kita semua bergembira karena kita telah melalui tahun ini, namun ingat setiap hari yang kita lalui akan mendekatkan kita kepada ajal". Tiap hari kita semakin jauh dari keramaian dunia dan semakin dekat dengan kesunyian akhirat. Kita semakin jauh dari terang benderangnya dunia dan sekaligus semakin dekat dengan kegelapan kubur yang kita tahu kubur itu merupakan tempat yang paling sunyi. Tak ada satupun yang menemani kecuali hanya amal kebaikan kita.

"Olehnya itu, berbahagialah orang-orang yang harinya hari ini lebih baik dari hari-hari kemarin. Rugilah orang-orang yang harinya hari ini sama dengan hari-hari kemarin, dan betapa celakanya orang-orang yang harinya hari ini lebih buruk dari hari-hari kemarin serta berbahagialah orang-orang yang mengerti untuk apa mereka di dunia" Lanjut Gurutta'.

Kita datang sendirian di dunia ini dan meninggalkan dunia ini pun cuma sendiri. Tak ada yang menemani. Keluarga tak ikut, harta benda tak bersama kita lagi, jabatan tidak ikut, bahkan setelah meninggal, istri kita dikawini oleh orang lain yang ikut cuma satu yaitu amal kebaikan kita.

"Ketahuilah, bahwa kedatangan kita di dunia ini hanya untuk beribadah kepada Allah. Wa maa kholaqtul jinna wal insa illa liya'buduun". Dan tidaklah kuciptakan jin dan manusia (kata Allah) kecuali hanya untuk beribadah kepadaku".

Beliau pun menjelaskan maksud dari ayat diatas. "Ibadah yang dimaksud dalam ayat ini, bukan hanya duduk di mesjid, bukan juga hanya bertasbih, bertahlil, bertahmid di mesjid. Namun ibadah yang dimaksud adalah semua ahwaalun dan af'aalun kita yang diridhoi oleh Allah SWT.  Kalau demikian sholat lima waktu adalah ibadah. Namun, rugilah seseorang jikalau cuma melakukan itu. Haruslah ditambah dengan sholat-sholat sunnah lainnya. Latihanlah bangun sholat Tahajjud, sempatkanlah diri sholat Dhuha'. Karena Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya seperti ini : "setiap jam 3 subuh Allah SWT sengaja turun ke bumi untuk mendengar do'a hambanya yang bangun berdo'a".

"Zakat adalah ibadah". Lanjut beliau. Maka tambahlah dengan sedekah. Sebab harta itu adalah apa yang kita makan , apa yang kita pakai dan apa yang kita sedehkahkan.

Selanjutnya gurutta' bercerita. Pernah seorang kiyai ditanya, Wahai kiyai, apakah aku termasuk ahli dunia atau ahli akhirat?. Kiyai itu menjawab, "Jawabannya ada pada diri kamu sendiri". Orang itu bertanya balik, "Mengapa begitu pak kiyai?". Kiyai itu bertanya, "kalau hari ini ada yang datang ke rumahmu membawa ole-ole yang banyak, besok ada lagi yang datang ke rumahmu dengan tidak membawa apa-apa malah minta sumbangan kepadamu, bagaimana sikap kamu?. Orang itu terdiam. Pak kiyai itu pun melanjutkan, Kalau kamu bergembira ketika ada orang membawa ole-ole kepadamu maka kamu ahli dunia, jikalau kamu bergembira kalau ada orang yang meminta sumbangan kepadamu maka kamu ahli akhirat, tetapi kalau kamu bergembira dengan kedua-duanya maka kamu termasuk ahli dunia dan akhirat.

Selanjutnya, gurutta' melanjutkan lagi. "Termasuk ibadah memelihara anak. Kewajiban memelihara anak merupakan kewajiban yang cukup lama. Kewajiban memelihara anak yaitu sampai anak itu berkeluarga". Kata gurutta'. Karena manusia merupakan makhluk yang paling lama dipelihara. kalau anak burung cuma dipelihara tujuh jam saja, setelah itu induknya berkata "Nak terbanglah kamu mencari mekananmu sendiri".

Terakhir, gurutta' menjelaskan mengapa Nabi memilih Khadijah sebagai istri, padahal masih banyak gadis di Mekkah. Nabi bilang, saya memilih Khadijah karena Khadijah adalah wanita yang memiliki sifat yang kurang dimiliki oleh wanita lain yaitu keibuan. Saya ingin jadikan Khadijah sebagai isteri sekaligus sebagai ibu saya karena saya tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu

Dan selanjutnya, Gurutta' berpesan sebelum menutup khutbahnya dengan do'a. "semoga tahun 2012 yang lalu memberikan kepada kita makna yang besar sehingga di tahun 2013 ini merupakan tahun yang sangat bermakna". 

Dikutip dari Khutbah Jum'at AG. KH. M. Sanusi Baco LC pada hari jum'at (04/01/2013) di Mesjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal Muh. Yusuf Makassar. (ilh010)